Trading Forex & Gold dengan Profit Kosisten

Zona Nyaman (comfort zone) Teman atau Lawan?

Hai .
Sesuatu yg kita inginkan, impikan, belum tentu adalah sesuatu yg baik bagi diri kita, loh kok bisa?
Semua orang bekerja dan berusaha, pastinya untuk mencapai suatu level kenyamanan yang diinginkan, benar? Tapi sayang nya, ketika
zona nyaman yang diinginkan itu tercapai, mereka stuck di situ, terlalu merasa nyaman, sampai tidak menyadari kalau sebenarnya, dia
berhak dan bisa merasakan zona nyaman yang lebih besar lagi.

Bukan maksudnya rakus ya, tapi gini, ketika zona nyaman itu sudah
dirasakan, biasanya kita jadi merasa tidak perlu untuk belajar
lagi, tidak perlu untuk mencari tahu lebih banyak lagi, padahal...
siapa tau kan sebenarnya diri kita bisa menjadi yang lebih baik
dengan mau belajar lagi ? Siapa tau sebenernya banyak kesempatan
bagus di luar sana yang menunggu kita?

Berada di zona nyaman yg sama terlalu lama bikin kita jadi ga bisa
bereaksi positif jika terjadi perubahan, dan juga bisa bikin kita
jadi ga bersemangat, merasa bosan, jenuh, karena tidak ada
tantangan. Kalau udah gini, gampang bad mood, efek jeleknya
merembet kemana2 deh tuh.

Contoh nyatanya gini, sejak saya bisa menghasilkan uang via
internet, saya merasa nyaman sekali bekerja di rumah, ya siapa yg
ga mau sih, bisa tetep di rumah, deket sama anak2, penghasilan
tetap ada.

Bertahun2 saya terlena di zona nyaman tersebut, saya terlalu merasa
puas dengan apa yang saya hasilkan saat itu, yang mostly... berupa
materi.

Tapi ya, hidup ini kan tidak melulu masalah materi kan ya?

Sampai suatu saat di tahun 2009, saya memaksa diri untuk keluar
dari zona nyaman (comfort zone) saya. Waktu itu sih yang bikin saya
memaksa diri mencoba adalah karena saya tau kalau saya bisa
meningkatkan kualitas diri saya dengan memberikan training offline.

Dengan berat hati, dengan sedikit terpaksa, saya mulai berkegiatan
offline tuh, ngajar secara offline, ga sering2 sih, 3 bulan sekali
aja udah bagus deh tuh.... Awalnya emang rasanya ga comfortable
banget, melakukan sesuatu yg baru, yg sebenernya ngga saya
inginkan, saya hanya ingin, untuk menjadi lebih baik lagi, baik
bagi saya, keluarga, maupun orang lain.

Dan ternyata, yang awalnya saya tidak mengejar apa2, dengan keluar
dari zona nyaman saya (kegiatan hanya online), saya bisa merasakan
kepuasan dan bahagia yang lebih banyak lagi.

Saya jadi merasa hidup saya lebih berharga, itu yang terpenting kan?
Secara tidak langsung, rasa senang itu memberikan efek positif ke
mana2...

Katanya sih, kalau kita mau mencapai sesuatu yg luar biasa di hidup
ini, musti berani belajar keluar dari zona nyaman kehidupan, di
level apa pun itu..

Musti selalu mencoba memberikan yg lebih baik, menyebarkan hal2 yg
lebih baik, dan tentunya, menjadi lebih baik.

Biasanya, yg bikin susah keluar dari zona nyaman itu adalah rasa
takut, terutama, takut gagal... tapi ya gimana kita mau tau hasilnya
kalau ngga nyoba? Terus juga, tekanan dari lingkungan, yang sering
kali menahan diri kita untuk maju.

Buat teman2 yang mungkin belum pernah mikirin soal comfort zone
ini, misalnya, udah puas dengan gaji bulanan dari kantor, udah enak
dengan ngurus anak2 dan suami, atau mungkin sudah senang dengan
satu bisnis yang sukses, coba deh pikir2 lagi, apakah kemampuan
diri sudah mentok di situ? atau bisa dikembangkan lagi?

Jadi? Comfort Zone itu teman atau lawan? Sesuatu yg di inginkan
semua orang, namun dapat menahan kita menjadi manusia yg lebih baik?

"Get out of your comfort zone, that's where the opportunities are"

sumber : DiniShanti.com





0 comments:

Post a Comment

Silahkan isi komentar anda disini..!

Zona Nyaman (comfort zone) Teman atau Lawan?